Darurat Realisasi Program Penghijauan di Ciputat


Oleh Karla Delfina Arrafi
Mahasiswi Prodi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Perkembangan jumlah penduduk yang meningkat dapat mengakibatkan banyaknya lahan yang dialih fungsikan menjadi daerah pemukiman, maka minimnya lahan penghijuan dan menyebabkan minimnya pepohonan

Rekor tercatat suhu panas tertinggi di Indonesia terdapat di wilayah Ciputat, Tanggerang Selatan. Menurut pantauan BMKG suhu panas yang ekstrim di wilayah Ciputat mencapai 37,2 derajat Celsius. Cahaya Matahari yang sangat terik sekitar pukul 10.45 WIB sampai pukul 12.15 WIB, dengan suhu panas yang terasa menusuk kedalam jaket atau pun topi, membuat seluruh badan menjadi berkeringat yang berlebih. Banyaknya para warganet yang mengeluh dengan tingginya suhu udara yang sangat terasa panas tersebut. Perlunya kesadaran masyarakat akan penghijauan terhadap lingkungan di wilayah Ciputat dan sekitarnya.

Melihat kawasan di sekitar wilayah ciputat banyaknya tutupan lahan yang telah di alih fungsikan menjadi perumahan, ruko-ruko, infrastrukur seperti jalan, sekolahan, masjid, rumah sakit, kampus, dan lain-lain. Sehingga sedikit sekali ditemukannya pepohonan disekitar lingkungan, jika diperhatikan sekitar jarak per 10 m hanya terdapat satu sampai tiga pepohonan saja. Hal tersebut, penyebab udara di wilayah ciputat dan sekitarnya mengalami suhu panas yang ekstrim, terjadinya ketidakseimbangnya karbondioksida yang ada di udara dengan oksigen yang dikeluarkan oleh tumbuhan yang dapat menurunkan suhu udara di lingkungan sekitarnya.

Merealisasikan penghijauan dilingkungan sekitar wilayah ciputat akan mencegah suhu yang panas, hal tersebut dapat dilakukan dengan upaya memulihkan, melestarikan dan meperbaiki kembali kondisi lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan fungsinya semula. Penghijauan lingkungan dapat dilakukan dengan penanaman pohon disekitar lingkungan seperti area pemukiman, taman, ruang terbuka hijau, jalan raya dan fasilias sosial/umum.

Pada setiap pohon yang ditanam dapat menghasilkan oksigen dan mengurangi karbondioksida sehingga berpengaruh terhadap lingkungan yang kembali asri dan sejuk serta mencegah pencemaran lingkungan. Dengan banyaknya oksigen yang dikeluarkan oleh pohon dapat menurunkan suhu panas di sekitar lingkungan wilayah Ciputat.

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu tingginya suhu udara yang panas di wilayah ciputat dan sekitarnya yaitu minimnya ruang terbuka hijau, cenderungnya didominasi oleh pengalihan fungsi lahan yaitu banyaknya lahan pemukiman, ruko-ruko, serta infrastruktur lainnya. Perkembangan jumlah penduduk yang meningkat dapat mengakibatkan banyaknya lahan yang dialih fungsikan menjadi daerah pemukiman, maka minimnya lahan penghijuan dan menyebabkan minimnya pepohonan yang berada dilingkungan sekitar. Pengaruh kawasan yang memiliki tingkat kepedatan bangunan yang tinggi cenderung memiliki suhu udara yang tinggi, sehingga banyak menerima panas karena menyerap sinar matahari secara langsung.

Selain pengalihan fungsi lahan, di wilayah ciputat terdapat berbagai macam alat transportasi yang berlalu lalang di jalan raya besar ciputat menuju parung bogor, dengan berbagai macam alat transportasi dari angkot (angutan umum kota), tranjakarta, mobil, motor, truk, dan lain-lain. Alat transportasi tersebut mengeluarkan gas karbondioksida yang banyak dapat mengakibatkan pemanasan global sehingga berdampak menaiknya suhu di udara sekitar. Dengan banyaknya gas karbondioksda sedangkan minimnya pepohonan yang ada disekitar wilayah ciputat maka terjadinya ketidakseimbangan antara gas karbodioksida yang diperlukan untuk pembuatan proses makan oleh tumbuhan dengan oksigen yang dikeluarkan oleh tumbuhan, maka berefek terhadap suhu udara yang panas.

Perlu adanya penaganan mengenai suhu udara panas yang ekstrim ini, terdapat  program penghijauan lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah ciputat dan sekitarnya. Dikutip dari bantennews telah dilakukan program Gerakan bertema “Satu Orang Satu Pohon”. Gerakan tersebut dapat membantu program pemerintah atas penghijauan lingkungan di wilayah Ciputat Timur. Selain itu, perlu adanya program penghijauan bagi masyarakat yaitu program penanaman pepohonan setiap jarak per 10 meter disepanjang jalan besar atau pun jalan disekitar komplek pemukiman, sehingga dengan banyaknya pepohonan yang ada dilingkungan dapat menyerap karbondioksida yang ada di udara.

Dengan menumbuhkan karakter untuk menjaga dan merawat lingkungan merupakan bentuk mencegah kerusakan bumi dengan kesadaran setiap individu akan peduli terhadap lingkungan. Karakter yang dibentuk perlu ditanamkan sejak dini, dengan kebiasan merawat bumi maka akan terbawa hingga dewasa, menerapkan program penghijauan di sekolah merupakan alternatif dalam mebentuk sikap peduli terhadap lingkungan untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan alam yang telah terjadi.

Beberapa program yang dapat diterapkan dilingkungan sekolah yaitu: Program penghijauan yang dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan untuk tetap bersih, nyaman dan asri. Program memanfaaatkan barang bekas seperti botol plastic dapat digunakan sebagai pot tanaman yang unik dan menarik, menanan bibit tumbuhan di pot plastic yang telah diberi beberapa lubang dan diisi dengan campuran tanah dan sekam, jenis botol plastik yang beragam digunakan untuk pot dapat dikreasikan dengan menarik seperti diberiwarna dan di tata dengan rapih di lingkungan sekolah. Dengan banyaknya tanaman dapat menerapkan kepedulian untuk selalu merawat tanaman yang ada dilingkungan sekitar dengan menyiramnya secara rutin. Dengan adanya program menanam tanamanan ataupun pepohonan, memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan sekitar. 

Adapun beberapa manfaat dengan melakukan kegiatan penghijuan lingkungan yaitu: Reboisasi lingkungan sekitar, dapat mengurangi dampak bencana alam yang terjadi akibat pencemaran yang dilakukan manusia terhadap lingkungan, mencegah terjadinya perubahan iklim yang berubah cepat, menurunkan suhu udara yang tinggi karena setiap satu pohon yang kita tanam dapat menurunkan 1-5 derajat Celsius, dapat menjaga keanekaragaman satwa sehingga mencegah kepunahan habitat satwa, dapat mengurangi tingkat pencemaran udara, air, dan tanah, dan memberikan udara yang segar sehingga dapat dibutuhkan manusia untuk bernapas disetiap harinya serta memberikan udara yang sejuk dan nyaman.

Meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman pohon, perlu adanya program penghijauan yang dilakukan secara berskala dengan rutin, karena dengan terlaksananya gerak satu orang satu pohon. Suhu panas di wilayah ciputat masih belum teratasi, masih minimnya pepohonan dilingkungan atau dipinggir jalan besar. Selain itu, para pengendara motor ataupun mobil yang beralu lalang meningkat dengan signifikan setiap harinya, sehingga gas karbondioksida pun masih terbilang cukup banyak yang membuat udara menjadi panas.

Pentingnya edukasi terkait kesadaran terhadapat lingkungan dengan menerapkan program penghijauan, dalam penyampaian edukasi dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan unik sehingga para masyarakat dapat menerima informasi dengan lapang dan tanpa ada rasa penolakan. Jika hal ini dapat terlaksana dengan baik, maka dapat membantu mengubah udara di sekitar wilayah ciputat menjadi sejuk dan asri sehingga suhu udara panas dapat teratasi dengan adanya program penanaman pepohonan oleh masyarakat sekitar. Sikap kepedulian terhadap lingkungan dapat menjaga dan merawat bumi agar tetap hijau, mencegah terjadinya pemanasan global atau global warming yang dapat meningkatnya suhu udara yang panas pada atmosfer bumi. 

By Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya